Tips Mengatur Finansial Untuk Anak Muda Di Tengah

Wabah ini juga telah mengubah roda perekonomian dunia. Hampir seluruh negara di dunia telah menerapkan kebijakan lockdown, sedangkan di Indonesia sendiri menerapkan kebijakan pysichal distancing dan menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap berada di rumah.

Beberapa perusahaan melakukan sistem work from home atau bekerja dari rumah. Namun tidak semua pekerja bisa melakukan pekerjaannya dari rumah. Ada sebagian masyarakat yang memang harus tetap bekerja di luar rumah seperti para tim medis, aparat kepolisian, serta para pencari nafkah harian.

Tips mengatur keuangan untuk anak muda ditengah pandemi

Sebelum lanjut, penulis akan berikan beberapa tips untuk sobat yang berminat untuk hasilkan uang  hanya dari rumah dengan bermodalkan hp .

cara nya, kamu bisa kesini ” slot online ” atau kesini ” Bandar togel terpercaya ”

Sebagian orang mungkin mengeluh karena work from home, namun sebagian lainnya juga enang karena bisa menghemat biaya transportasi, biaya makan, atau biaya nongkrong. Situasi seperti ini pastinya juga menjadi tantangan tersendiri untuk beberapa orang.

Seperti ibu rumah tangga, para perantau atau anak kos dalam mengatur keuangan. Karena sistem work from home terkadang juga membuat jumlah pengeluaran semakin membengkak disbanding saat situasi normal.

Selain itu tantangan ini pun juga dirasakan para kaum muda. Baik itu yang masih kuliah ataupun sudah bekerja, terlebih lagi bagi mereka yang perantauan dan jauh dari orang tua. Mau tidak mau mereka dituntut untuk hidup mandiri dalam situasi saat ini. Karena pemerintah juga tidak memperbolehkan warganya untuk mudik.

Inilah tantangan yang harus dihadapi dan perlu dipikirkan solusinya, karena jika tidak hati-hati betul dalam mengatur dan mengelola keuangan maka bisa saja pengeluaran beberapa bulan ke depan justru akan semakin membengkak.

Adapun beberapa tips yang bisa kamu lakukan sebagai anak muda agar bisa mengatur finansial di tengah wabah seperti ini yakni;

  1. Evaluasi kembali pengeluaran bulanan.

Buatlah catatan daftar pengeluaran harian, mingguan, dan juga bulanan. Setidaknya buat daftar perhitungan pengeluaran untuk tiga bulan ke depan. Meskipun terlihat mudah dan sepele namun terkadang masih banyak anak muda yang mengabaikan pentingnya melakukan pencatatan pengeluaran ini.

Tandailah keperluan atau kebutuhan yang penting dan tidak penting. Atur prioritas kebutuhan sesuai kesanggupan dan kondisi keuangan. Kesampingkan terlebih dahulu kebutuhan yang sekiranya bukan prioritas atau tidak terlalu penting untuk saat ini. Hal ini bisa membantu menekan pembengkakan pengeluaran.

  1. Berhematlah dan batasi pengeluaran konsumtif.

Tidak ada yang tahu kapan wabah corona ini akan berakhir. Untuk berjaga-jaga menghadapi situasi terburuk bijaklah dalam mengatur keuangan. Berhematlah dalam membelanjakan uang Anda. Jika biasanya Anda sering membeli makanan melalui sistem online, kini Anda dapat menekan pengeluaran tersebut dengan memasak di rumah atau membeli makanan dengan harga murah. Pentingkan kebutuhan pokok terlebih dahulu daripada kebutuhan yang bersifat hanya untuk memenuhi gaya hidup.

Selain itu kurangi pengeluaran yang bersifat konsumtif seperti membeli baju, make up, sepatu , dan barang-barang lainnya yang tidak terlalu penting atau belum terlalu dibutuhkan saat ini. Sehingga dana tersebut dapat direalokasikan untuk belanja kebutuhan pokok atau untuk dan darurat. Serta hindari belanja berlebihan atau panic buying.

  1. Cari penghasilan tambahan.

Untuk anak muda yang mungkin masih kuliah bisa memanfaatkan situasi ini dengan mengasah ketrampilan seperti menulis, mendesain, menjahit, atau ketrampilan-ketrampilan lain yang memungkinkan untuk dijadikan peluang usaha. Misalnya seperti freelance writer, content creator, designer, editor, translater dan lain sebagainya.

Tidak hanya untuk yang berkuliah saja, jika Anda memiliki pekerjaan namun dirasa masih membutuhkan tambahan penghasilan, Anda juga bisa mencari penghasilan tambahan seperti beberapa profesi di atas.  Selain itu bisa juga dengan berjualan makanan, masker, camilan dan lain sebagainya secara online. Karena saat ini hampir semua pekerjaan beralih ke media daring. Inilah kesempatan Anda untuk meng-upgrade  ketrampilan.

  1. Tingkatkan tabungan dana darurat

Di tengah wabah seperti ini Anda benar-benar harus bijak dalam mengatur keuangan. Jika Anda memiliki sebagian gaji atau penghasilan sebaiknya ditabung sebagian untuk dana darurat. Sisihkan uang Anda lebih banyak untuk tabungan dana darurat.

Dana ini nantinya akan berguna ketika dalam masakrisis Anda sudah tidak memiliki dana pokok, maka Anda dapat menggunakan tabungan dana darurat Anda untuk memenuhi kebutuhan.

  1. Prioritaskan dana untuk kebutuhan kesehatan.

Dana kesehatan memang salah satu dana yang harus diprioritaskan atau diutamakan karena tidak ada yang tahu tentang kondisi kesehatan tubuh yang mungkin bisa drop tiba-tiba. Jika memang ada sisa dana sebaiknya dialihkan untuk keperluan kesehatan seperti vitamin, obat-obatan, dan lain sebagainya.

Anda juga bisa mengalihkan dana tersebut untuk membayar asuransi kesehatan. Hal ini bertujuan agar Anda tidak kehilangan manfat dari asuransi tersebut, yakni ketika mendapati diri Anda atau keluarga Anda sakit sewaktu-waktu Anda bisa memanfaatkan asuransi tersebut.

Itulah 5 tips yang bisa Anda lakukan sebagai anak muda dalam mengatur finansial di tengah wabah seperti ini. Hidup boros tau memenuhi gaya hidup bukanlah suatu solusi untuk menghadapi situasi krisis saat ini. Namun bijaklah dalam mengatur keuangan Anda.

Karena sehat finansial adalah hal yang harus diupayakan sebab tidak peduli seberapa besar penghasilan tanpa adanya manajemen yang baik maka kondisi keuangan Anda pun bisa saja menguap.

Leave a Reply