Seperti Apa Tugas Dan Pekerjaan Agen Properti? Cari Tahu Di Sini!

Pekerjaan agen properti adalah sebuah kegiatan yang cukup menjanjikan baik itu dari pertumbuhan karir maupun dari potensi income yang akan didapatkan.

Disadari atau tidak, sebetulnya saat ini sudah banyak orang yang berjuang mendalami kegiatan ini sebab mengetahui potensi besar di dalamnya.

Apalagi, bidang properti, khususnya di Indonesia, adalah bidang yang terus dan sering kali berkembang di hampir semua daerah.

Salah satu alasannya sebab perkembangan dalam industri properti juga adalah program utama yang sedang digenjot oleh pemerintah.

Pekerjaan agen properti juga adalah ujung tombak dari industri properti sebab tanpa mereka ini produsen dan konsumen akan susah terhubung.

Definisi Agen Properti

Industri properti selalu berhubungan erat dengan perencanaan, desain dan konstruksi, jual beli, pengembangan, dan pengelolaan properti.

Pengembang dapat dianggap sebagai pihak pertama yang perannya adalah untuk melakukan pembangunan dan perbaikan pada setiap jenis properti dan real estate.

Dilihat dari jenisnya, properti memang sangat beragam, ada properti ritel, kantor, tanah, kompleks umum, kompleks elit, sampai villa dan hotel.

Agar produknya bisa diketahui khalayak dan dibeli, maka pengembang memerlukan seorang eksekutif profesional untuk menjual properti mereka, yakni agen properti seperti Marketing Sedayu Indo Group

Lalu, apa sih sebetulnya definisi agen properti? Adakah aturan hukumnya?

Di Indonesia sendiri bidang properti termasuk agen properti sudah diatur dalam ketentuan pemerintah sebagai panduannya.

Pada Permendag No.33/2008 mengenai Perusahaan Perantara Perdagangan Properti bisa diketahui apa definisi agen properti.

Di dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa agen properti adalah seseorang yang memiliki kemahiran khusus di bidang properti dan diperlihatkan dengan adanya sertifikat terakreditasi.

Jadi, kegiatan agen properti adalah pekerjaan sah yang dinyatakan pemerintah dan bahkan memiliki landasan hukumnya sendiri.

Memahami Bagaimana Agen Properti Bekerja

Dalam pekerjaannya, seorang agen properti dapat bekerja secara independen ataupun bekerja di bawah naungan suatu perusahaan agen properti.

Karena kegiatan utama seorang agen properti adalah memasarkan, maka kemahiran yang sangat penting untuk dikuasai salah satunya yaitu keterampilan negosiasi yang hebat.

Pada prosesnya, seorang agen properti akan menuntun dan membantu proses jual beli properti supaya dapat terjual dengan harga dan persyaratan yang tepat.

Untuk itu, seorang agen properti harus memiliki keterampilan analisis mengenai keperluan dan keterampilan klien dalam melakukan pembelian properti.

Kemudian, seorang agen properti juga harus bisa memahami informasi terbaru mengenai situasi pasar, harga, hipotek, aturan hukum, dan kriteria lainnya.

Seorang agen properti harus jeli dalam meneliti pasar komparatif supaya dapat memperkirakan nilai properti yang akan dijual.

Setelah membantu proses jual beli dan menemukan kesepakatan, maka di tahap terakhir seorang agen properti harus membantu menyiapkan dokumen yang diperlukan.

Syarat Umum Menjadi Seorang Agen Properti

Untuk menjadi seorang agen properti yang sukses, keterampilan utama yang harus dimiliki memang soal pemasaran dan negosiasi.

Namun, selain itu tetap ada syarat dan kualifikasi lainnya yang diperlukan.

Misalnya seperti pengalaman kerja sebagai agen atau penjual properti, rekam jejak yang bagus, keterampilan komunikasi, serta pengetahuan mengenai dunia properti.

Tapi, tak perlu cemas kok, bahkan bagi seorang pemula yang masih awam soal dunia properti juga masih sangat mungkin untuk menelaah bidang ini bila memang tertarik.

Pada dasarnya, kegiatan agen properti terbuka lebar untuk siapapun, dengan kualifikasi pendidikan apapun, bahkan untuk seorang pemula sekalipun.

Tak heran bila banyak juga agen properti freelance yang dapat ditemui.

Melihat Peluang Pekerjaan Agen Properti

Menjadi seorang agen properti, maka harus juga tidak asing dengan istilah komisi, bonus, atau rewards.

Soal komisi ini juga sudah diatur oleh pemerintah dalam Pasal 10 (2) Permendag No. 33/2008 yang menyatakan bahwa nilai komisi paling sedikit adalah 2% dari nilai transaksi.

Bagi seorang agen properti yang bekerja di bawah perusahaan perantara, maka keuntungan yang didapatkan adalah sebesar yang diputuskan oleh perusahaan.

Sedangkan untuk seorang agen properti independen, maka semua komisi dapat dimiliki untuk sendiri.

Soal peluang kegiatan agen properti ini tak perlu diragukan lagi, sangat besar!

Per tahun 2015, jumlah warga Indonesia ada sekitar 250 juta dan sekitar 50 persennya adalah kelompok warga berumur di bawah 30 tahun.

Hal ini berarti, 50% warga tersebut dalam waktu dekat akan melakukan pembelian properti pertama mereka. Jutaan properti!

Bahkan, untuk menunjang potensi properti ini, pemerintah juga menciptakan begitu banyak program yang mempermudah untuk melakukan pembelian properti.

Tak diragukan lagi, masa depan dunia properti khususnya agen properti Marketing Gallery PIK 2 di Indonesia masih sangat besar dan cerah!

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply