Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Bulan Ramadan jadi selagi yang istimewa di dalam agama Islam. Di bulan yang suci ini, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Selain puasa Ramadan, membayar zakat fitrah terhitung jadi satu ibadah khusus yang cuma mampu dijalankan di bulan penuh berkah ini. Oleh gara-gara itu, udah selayaknya tiap-tiap umat Islam paham niat zakat fitrah terhitung ketentuan-ketentuannya.

Dalam agama Islam sendiri, zakat merupakan bagian rukun Islam yang keempat. Artinya, ibadah yang satu ini hukumnya wajib dijalankan oleh umat muslim yang tergolong mampu. Zakat fitrah dibayarkan satu kali di dalam setahun pada bulan Ramadan, tepatnya sebelum akan hari raya Idul Fitri.

Zakat fitrah tak sekadar membayarkan sejumlah harta atau bahan makanan pokok. Layaknya ibadah lain, terhitung tersedia ketentuan-ketentuan atau syarat yang wajib dipenuhi, terhitung membaca niat zakat fitrah.

Agar tak tidak benar dan lebih berkah, berikut ulasan berkenaan bacaan niat zakat fitrah, dan juga ketentuan-ketentuan lainnya.

  1. Pengertian Zakat Fitrah

Zakat berasal berasal dari bhs arab “zaka” yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Oleh gara-gara itu, zakat sering disimpulkan sebagai ibadah yang mampu menyucikan diri terhitung harta benda yang dimiliki.

Hal berikut sebagaimana yang terkandung di dalam firman Allah SWT berikut:


“Ambillah zakat berasal dari lebih dari satu harta mereka, bersama dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka” (QS At-Taubah, ayat 103).

Harta yang dikeluarkan untuk berzakat terhitung ditujukan untuk mensucikan harta benda yang selama ini dimiliki.

Namun tidak serupa bersama dengan zakat mal atau zakat pada umumnya, zakat fitrah wajib dijalankan di selagi khusus yakni sebelum akan pelaksanaan sholat ied. Hal ini seperti yang dianjurkan Rasulullah di dalam tidak benar satu hadisnya, yang berbunyi:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri bersama dengan satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum bagi hamba dan yang merdeka, bagi laki-laki dan perempuan, bagi anak-anak dan orang dewasa berasal dari kaum muslimin. Beliau memerintahkan supaya zakat berikut dijalankan sebelum akan manusia berangkat menuju sholat ‘ied.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Syarat Zakat Fitrah
    Selain berkaitan bersama dengan waktu, tersedia lebih dari satu hal lain yang terhitung jadi ketetapan di dalam zakat fitrah. Ya, mirip halnya ibadah yang lain, zakat terhitung mempunyai sejumlah syarat yang wajib dipenuhi. Adapun kriteria zakat fitrah berikut pada lain sebagai berikut:
    1) Beragama Islam

2) Merdeka (tidak di dalam perbudakan).

3) Memiliki harta pokok berlebih atau cukup untuk keperluan sehari-hari

bagi diri sendiri dan tanggungan atau keluarganya, lebih-lebih pada hari raya Idul Fitri.

4) Ditunaikan selagi bulan Ramadan, jelang hari raya Idul Fitri.

  1. Niat Zakat Fitrah
    Membayarkan zakat fitrah tak sekadar membayarkan sejumlah harta cocok ketentuan. Layaknya ibadah, pembayaran zakat fitrah wajib dijalankan bersama dengan hati yang lurus. Hal ini di antaranya mampu diwujudkan bersama dengan membaca atau mengucapkan niat zakat fitrah bersama dengan tulus.
    Zakat fitrah seringkali dikeluarkan tidak saja untuk diri sendiri, melainkan terhitung untuk keluarga. Oleh gara-gara itu, pembacaan niat zakat fitrah jadi satu hal yang serius wajib diperhatikan. Pasalnya, membayar zakat untuk diri sendiri dan orang lain tentu miliki bacaan niat yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, review ulasannya berikut ini,

1) Niat zakat fitrah untuk diri sendiri

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala.

Artinya:

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu gara-gara Allah Taala.”

2) Niat zakat fitrah untuk pasangan (istri):

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala

Artinya:

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu gara-gara Allah Taala.”

3) Niat zakat fitrah untuk anak laki-laki:

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi fardhan lillahi ta’ala

Artinya:

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku … (sebutkan nama anak laki-laki pemberi zakat fitrah), fardhu gara-gara Allah Taala.”

4) Niat zakat fitrah untuk anak perempuan:

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala

Artinya:

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku … (sebutkan nama anak perempuan pemberi zakat fitrah), fardhu gara-gara Allah Taala.”

5) Niat zakat fitrah untuk satu keluarga:

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala

Artinya:

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan semua orang yang nafkahnya jadi tanggunganku fardhu gara-gara Allah Taala.”

Leave a Reply