Dengan Kesalahan 5 Hal ini akan Membuat Septitank Cepat Penuh dan Meledak

5 Kesalahan Ini Bikin Septic Tank Sering Penuh Hingga Rawan Meledak

 

Septic tank yaitu kawasan limbah rumah tangga ditampung dan dimasak sebelum airnya dikembalikan ke tempat resapan. Namun demikian menurut mahir masih banyak orang yang belum paham betul perihal septic tank, cuma dianggap selaku kawasan penampungan tinja.

 

septitank

 

Dampaknya yang terjadi menurut Peneliti Utama Teknologi Lingkungan Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Neni Sintawardani, septic tank jadi perlu disedot karena kepenuhan, mampet, dan berbau. Selain itu bahkan mampu juga kejadian septic tank hingga meledak.

 

“Yang terjadi kini kenapa septic tank banyak yang perlu disedot kemungkinan itu tidak berfungsi dengan baik. Bukan septic tank yang diperlukan namun daerah pengumpul tinja saja,” kata Neni Sintawardani.

 

“Kaprikornus itu tidak terurai baunya bukan main bisa dibayangkan,” lanjutnya ketika dijumpai tempat Melawai, Jakarta Selatan.

 

Berikut beberapa kesalahan yang mampu menciptakan septic tank cepat penuh sehingga perlu sering disedot sampai rawan meledak:

 

Menurut Neni septic tank yang dibaik dirancang dengan memperhitungkan volume jumlah limbah yang dihasilkan oleh penghuni. Dengan demikian air limbah yang masuk dan keluar usai proses dekomposisi bisa tersadar sebanding.

 

Selain itu septic tank juga minimal harus terbagi menjadi dua ruangan. Satu sebagai kawasan penampungan dan satu lagi kawasan kedap udara untuk kuman menguraikan limbah.

 

“Jika volumenya sesuai dengan apa yang masuk dan desainnya tidak satu ruang, jadi sekurang-kurangnyadua orang, itu lazimnya lebih kondusif stabil. Tidak perlu dikerjakan penyedotan terlalu sering,” papar Neni.

Dalam beberapa masalah Neni menyaksikan ada pemilik rumah yang tidak tahu lokasi septic tanknya. Ketika ini terjadi lazimnya ventilasi septic tank mereka tidak terpelihara rawan tertutup oleh sampah sehingga gas hasil penguraian basil menumpuk di septic tank tidak ada akses keluar.

 

“Di mana ada lubang akses gas? Beberapa kasus aku lihat beberapa rumah karena ketidaktahuan lubang gasnya tertutup. Tertutup tanah, atau terlalu rendah, enggak tahu di mana letaknya. Nah itu lama-usang tekanan gas kuat itu juga mampu meledak,” kata Neni.

Masih alasannya ketidaktahuan lokasi septic tank. Beberapa orang kadang tidak sadar menempatkan sumber api bersahabat ventilasi septic tank.

 

“Kalau kita tahu terpelihara oh di situ ada akses gas. Ya kita hindari dong jangan bakar-bakar di dekat situ alasannya kita tahu ada biogas,” kata Neni

 

Satu kasus di India Oktober 2017 contohnya septic tank toilet biasa di daerah Malad meledak datang-datang. Tiga orang dilaporkan luka-luka akibat kejadian itu.

 

Diketahui ketika peristiwa ada beberapa anak kecil sedang bermain petasan di akrab septic tank. Diduga petasan tersebut yang jadi pemicu gas di septic tank sehingga risikonya terjadi ledakan.

Kekeliruan selanjutnya yang kerap menciptakan septic tank rawan cepat penuh yaitu praktik keliru menyedot limbah septic tank sampai habis. Dijelaskan oleh Neni hal ini mampu menciptakan bakteri pengurai menyusut drastis, memerlukan waktu usang sampai mampu melaksanakan tugasnya mirip semula.

 

“Mana ada bibit (basil pengurai). Lama lagi bibitnya,” kata Neni

 

Kebiasaan lain yang juga keliru yakni turut mencampakkan limbah yang ada cairan pembersih atau antiseptik ke septic tank. Neni memberi contoh contohnya saat sedang membersihkan toilet, orang-orang suka memakai antiseptik biar terkesan higienis tetapi dampaknya hal tersebut dapat membunuh basil pengurai yang ada di septic tank.

 

“Kalau pakai sebulan sekali ya enggak apa-apa mungkin mati sedikit. Tapi aku sendiri enggak pakai,” kata Neni menyarankan cukup bersihkan toilet dengan sikat dan air.