4 Tahapan Awal Dalam Membangun Rumah Yang Benar

Dalam membangun sebuah proyek pembangunan kamu memerlukan distributor alat safety untuk memenuhi semua peralatan dan perlengkapan keselamatan para pegawai dari resiko akan pekerjaan. Karena mengerjakan projek pembangunan seperti gedung atau rumah memang memiliki tingkat resiko kecelakaan yang cukup tinggi, oleh sebab itu dibutuhkan peralatan yang memadai. Berbicara tentang pengerjaan pembangunan ada beberapa tahapan yang sedikit berbeda dalam mengerjakan projek yang berbeda. Membuat gedung memiliki proses yang berbeda dari membangun rumah, dan seterusnya. Untuk kamu yang ingin mengadakan proyek pembangunan rumah dalam waktu dekat, perlu diketahui beberapa tahapan yang harus di lalui. Apa saja tahapan tersebut? simak ulasan di bawah ini.

  1. Pengerjaan Tahap Awal

Pada tahap awal pengerjaan ini akan dilakukan pengukuran untuk menentukan posisi bangunan dan juga batas-batas yang boleh dilakukan pembangunan. Kemudian juga akan dilakukan “bowplank” yang mana tahap ini berguna untuk menentukan titik-titik dari bangunan dengan mendirikan pagar menggunakan papan. Proses ini juga mencakup penggalian yang berhubungan dengan pekerjaan pondasi rumah dengan menghitung lebar dan galian tersebut. Selanjutnya pada proses awal ini juga dilakukan kalkulasi berapa panjang pondasi yang dibuat untuk menentukan jumlah tenaga kerja yang dan berapa banyaknya material yang dibutuhkan.

  1. Pengerjaan Pondasi

Setelah melakukan beberapa rancangan dan kalkulasi pada tahap awal, berlanjut kepada pengerjaan pondasi rumah. Pada tahap ini mencakup pemasangan pondasi dengan batu kali atau material lain untuk bangunan rumah yang sudah dihitung dari semua panjang pondasi dikalikan tinggi pondasi dengan satuan meter persegi. Kemudian juga dilakukan pekerjaan pembuatan lantai kerja yang berupa urugan pasir dengan ketebalan kurang lebih 10 meter persegi yang mana lantai ini dibutuhkan hanya untuk proses pengerjaan saja.

  1. Pengerjaan Struktur

Tahap ini meliputi pengerjaan sloof (balok beton bertulang mendatar yang dibuat diatas pondasi) yang perhitungannya adalah panjang total sloof x lebar x tinggi = satuan m3.

Setelah itu dilakukan pembuatan kolom yang merupakan tiang tegak lurus terhadap sloof dan Ring Balk yang serupa sloof tetapi dibangun di atas kolom-kolom yang perhitungan volumenya ditentukan dari jumlah kolom dikalikan tinggi kolom.

  1. Pembuatan Dinding

Setelah melakukan pengerjaan pondasi dan struktur yang dibutuhkan, baru bisa dibangun dinding yang dibangun atas pondasi tersebut. Pembuatan ini biasanya menggunakan batu bata yang mana Kebutuhan bata tersebut bisa dihitung dari keliling dinding yang dikalikan dengan tinggi dinding. Kemudian kurangi dengan luas dari daun jendela dan pintu.

Pekerjaan lainnya adalah plesteran yang volumenya dua kali dari volume pasangan bata.

Itu merupakan tahapan awal dalam membuat rumah yang benar. Tahapan ini juga harus dilakukan dengan benar agar pondasi dan bagian inti rumah seperti struktur dan dinding dapat dibangun dengan sempurna agar dapat tahan dalam kurun waktu yang lama. Pada tahapan awal tersebut kamu akan membutuhkan berbagai macam bahan bangunan seperti semen, batu bata, besi polos, pasir dan lain sebagainya.

Leave a Reply